(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Biodiversity Heritage Library | Children's Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"



^i» ^ c I I ^ l s s 

)j5j*~u*j Oj-^5 j-*-' 'j j 4jj-^jj 



^ ^j^ -. tf -* » -?<* 




^SJLlpSJIj^l^P J 



> ^' 9 > > 



{?55j jJ^^ju A^ I^h 



BERSATll DI DALAN ANAL, 

TIDAK HARIIS BERSATU DI DALAN 

TANDZIN 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Dari hamba Allah Yang Faqir Atas Ampunan-Nya 

Abdullah Muridusy Syahadah 

Kepada Para Aktivis Islam Yang Bergabung Di Dalam 
Tandzim Tertentu, Dan Kaum Muslimin Secara 
Keseluruhan 

Di Mana Saja Berada 

o A ^^ '* .» . „' ° ' ' ° ^o, s ? , * .. 

4j15 jij diii <*_«j>-jj (t->s^p (»^-~J> 

j y> y\ ^i j^2J> J 4«j-^-4J tJj-^i J^J t4j-^2-4 j»}^ ^l Jjy aJJ J_«J>J| 

J> ^ ^ ' G ' &* G ^ ^ 

a^./?H « tAJJjij V 5-2 f»L; i^ j-A* (_£Jj! ta Swoj -jj ilSJi r-jjJL«-»« t» yVi 

.4iIlo ^L-^I jlJ» -..( Js-S -yt Js- a%-J1j 

Kerinduanku yang amat mendalam akan rahmat Allah 
dengan bersatunya kaum muslimin di bawah satu 

bendera " &\ JjJVj*\ X**u> &\ *i\ ti\ T dan di bawah satu 

komando "Kholifah Rosyidah" dan di bawah naungan 
"Undang-Undang Al Qur'an dan As Sunnah", 

mendorongku untuk kembali menuliskan risalah ini buat 
para ikhwah haroky dan kaum muslimin secara umum. 

3 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Juga karena terpanggil oleh satu kondisi dimana para 
aktitis muslim cenderung amalannya terseret kepada 
tanatik tandzim tertentu, atau pemimpin tertentu, yang 
justru itu menjerumuskan mereka kepada 'ashobiyyah 
jama'ah dan qiyadah, hingga mengesampingkan urusan 
AL HAQ dan HUJJAH SYARIYYAH. 

Maka dengan mengharap ridho dan 'inayah dari Allah 
semata risalah ini saya sampaikan kepada antum 
sekalian. Semoga bermaniaat buat Islam dan kaum 
muslimin, dan semakin menjayakan Islam di atas muka 
bumi ini. Tidaklah saya berharap kecuali untuk kebaikan. 



Ikhwahfillah 

Dalam satu kejadian: 

Suatu hari ada seorang ikhwah mujahid datang kepada 
seorang ikhwah haroky, ikhwah mujahid ini berkata 
kepada ikhwah haroky: "Akhie... dapatkah antum 
membantu kami?" ikhwah haroky menjawab: "Ajwan ana 
tidak bisa membantu kecuali seizin dari atasan ana, karena kita 
bukanlah satu tandzim". 

Astaghtirullah Maa Syaa Allah 



4| Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Kisah lain lagi: 

Ada seorang ikhwah haroki datang kepada salah satu 
dari keluarga ikhwah mujahid yang ditawan oleh 
Thoghut la'natullahi 'alaihim. Ikhwah haroki itu berkata 
kepada bapak ikhwah mujahid: "Pak, si Fulan (Mujahid) 
sekarang sudah bukan orang jama'ah lagi. Jadi tidak perlu 
diurus". 

Astaghiirullahal 'adzim Na'udzu billahi min dzalik 



Kisah lain lagi: 

Seorang ikhwah mujahid bershilaturrohim kepada salah 
seorang ikhwah haroky. Ketika baru ketemu, seroang 
ikhwah haroky berkata kepada ikhwah mujahid: "Kamu 
mau nge-BOM mana lagi haaaaaa?" tanpa memberikan 
sedikitpun bantuan. Padahal ikhwah mujahid datang 
kepadanya dengan segenggam harapan dia bisa 
membantu dan memberikan pembelaan terhadapnya dan 
terhadap jihad dan mujahidin. 

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian serupa dengan 
ini. 



5| Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Wal 'iyadzu billah Laa Haula Walaa Quwwata Illa 

Billah Hasbunallahu Wani'mal Wakiil Ni'mal 

Maula Wani'man Nashir 



Ikhwah f illah 



Sesungguhnya kita hidup di dunia ini hanyalah menjadi 
hamba yang bertugas menjalankan perintah dan 
meninggalkan larangan Tuannya. Jika ada perintah maka 
kita laksanakan semampu kita, dan jika ada larangan 
maka kita jauhi dan kita tinggalkan. 

Ada amal ibadah yang dapat kita lakukan dengan secara 
intirodi (inditidu), seperti sholat sunnah rowatib, infaq, 
shoum, dan lain sebagainya. Dan juga ada amal ibadah 
yang tidak bisa dilakukan kecuali harus dengan 
berjama'ah. Seperti sholat wajib lima waktu bagi laki- 
laki, mensholati jenazah, dls. Dan ada amal ibadah yang 
bisa dilaksanakan dengan sendirian dan berjama'ah, 
yaitu "Jihad fie sabilillah". 

Ini semua ibadah kepada Allah, dan di dalam beribadah 
kepada Allah kita diperintahkan secara individu untuk 
berlomba-lomba dalam kebaikan. Oleh karena itu 
seorang anak bisa lebih baik ibadahnya dari orang 
tuanya, seorang murid bisa lebih baik ibadahnya dari 

6 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



gurunya, seorang anggota bisa lebih baik ibadahnya dari 
pemimpinnya, dan seorang santri bisa lebih baik 
ibadahnya dari kyainya. Karena setiap orang bisa 
berpotensi meningkatkan potensi ibadah masing-masing. 
Oleh karena itu Allah bertirman: 

(j! ^ ♦ , j j^/^-«i Oj^-?j-*-"j J 4Jj—> jj y^~ *•*! l£j2-~* IjJLLpI Jij 

"Dan Katakanlah: "Bekerjalah kalian, Maka Allah dan rasul- 
Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian 
itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) yang 
mengetahui terhadap yang ghaib dan yang nyata, lalu 
diberitakan-Nya kepada kalian mengenai apa yang Telah kalian 
kerjakan". (QS. Al Taubah: 105). 

Dan Allah bertirman: 

JjLJj Lj^i 15vjJj«js-j ^lj j5i ^ jf^Ll\s>- bj ^.LUl L^Llj 
©jSr>- Jlp <U)I o! ^-SsJLajl JJJl JUop^.^=l o! Ij^jL*^! 



"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kalian dari 
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan 
kalian berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kalian 

7 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling 
mulia diantara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling 
taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui 
lagi Maha Mengenal". (QS. Al Hujurot: 13). 

Kesadaran untuk bersatu di dalam amal ibadah masih 
sangat jarang ditahami dan dilakukan oleh kebanyakan 
ikhwah haroky dan kaum muslimin pada umumnya. 
Justru sebaliknya kebanyakan amal ibadah mereka selalu 
bertendensi kepada tandzim tertentu, atau organisasi 
tertentu, dan atau pemimpin tertentu. Jika ia hendak 
beramal maka ia beramal terbatas pada kelompoknya 
saja, jika dia hendak membantu maka ia membantu 
terbatas kepada teman satu kelompoknya saja, dan jika 
dia hendak beramal maka tergantung kepada perintah 
dan larangan pemimpinnya. Astaghtirullahal 'adzim 



Ikhwah f illah 



Ada tiga hal yang hendaknya kita tahami dan sadari 
dalam beramal: 

1. Beramal sesuai AL HAQ 

2. Bergabung dalam kelompok yang HAQ 

3. Tolong menolong di atas AL HAQ 



8 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Adapun penjabarannya sebagai berikut: 

1. Beramal sesuai AL HAQ : 

Yang dimaksud beramal sesuai dengan AL HAQ 
adalah beramal sesuai dengan tuntunan Allah dan 
Rosul-Nya. Mengikut petunjuk yang ada di dalam Al 
Qur'an dan Sunnah Shollallahu 'alaihi wasallam. 
Karena kebenaran itu hanya satu, yaitu yang sesuai 
dengan tuntunan Allah dan Rosul-Nya. 
Allah Ta'ala memerintahkan kita untuk mengikuti 
apa yang Allah wahyukan kepada nabi-Nya. Karena 
mengikuti yang diwahyukan oleh Allah kepada nabi- 
Nya merupakan AL HAQ. 
Allah Ta'ala bertirman: 



"Ikutilah apa yang Telah diwahyukan kepadamu dari 
Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah 
dari orang-orang musyrik". (QS. Al An'am: 106) 



9| Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Kemudian firman-Nya: 

^jA <JJ tS Loj \Ji^j>- Ji-Jb\j| 4]-a ;*-ol <JJ t tiiJI l^?-jl f»-J 



,s ^ 



"Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): 
"Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan bukanlah 
dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan 
(Allah)". (QS. An Nahl: 123). 

Beramal sesuai AL HAQ merupakan barometer kita 
di dalam beramal. Dan AL HAQ menjadi 
NUQTOTUL INTILAQ (pijakan dasar) di dalam 
bertikir, beramal dan bergerak. 

Sayyidina Ali bin Abi Tholib rhodhiyallahu 'anhu 
berkata : 

K«f ) • o ' & - °,, • o f 

"Kenalilah kebenaran (niscaya engkau) akan mengetahui 
siapa pelaku kebenaran". 

Dan dalam kata-kata mutiara arab dikatakan: 

^^ t s s s t t 

JlS °Ja °J£ ^j JlS £ °Ji£\ 



10 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



"Lihatlah apa yang dikatakan! Dan jangan melihat siapa 
yang mengatakanl" 

Kadang seseorang lupa akan prinsip "MENGIKUTI 
AL HAQ", apalagi jika dia telah ranatic kepada orang 
tertentu dan atau kelompok tertentu. Maka ada 
ungkapan orang jahiliyah arab dahulu: 

JL^jt 2jjiJ( ^J Oj •ji^- j* ^i Lil L« 

"Tiadalah aku kecuali bagian dari sebuah kelompok. Jika 
kelompok itu mendapat petunjuk maka aku pun akan 
mendapat petunjuk". 

Ikhwah f illah 



Marilah kita mengalahkan nafsu kita untuk mengikuti 
AL HAQ, dan marilah kita bawa semua kepentingan 
kita untuk mengamalkan AL HAQ. 

Jika ada suatu amal yang HAQ, maka kita wajib 
mengikutinya dan kita ikut andil di dalamnya. 
Contoh JIHAD FIE SABILILLAH. Jika memang hari 
ini ada jihad dan ada orang yang mengajak berjihad, 
maka kewajiban kita adalah menyambut seruan itu 
dan ikut andil bersama-sama dalam berjihad fie 
sabilillah. Tanpa kita melihat kelompok apa dan 
siapa? 

11 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Maksud kelompok apa adalah kelompok di luar 
kelompok di mana kita berkumpul, dan kelompok 
tersebut jelas bukan kelompok buatan Thoghut 
laknatullah 'alaihim. Begitu juga dengan tanpa 
melihat siapa, maksudnya adalah siapa saja kalau dia 
tsiqqoh dengan Islam, bukan pecundang yang dibuat 
oleh Thoghut seperti kasus Komando jihad yang 
dibuat oleh ALI MURTOPO, maka kita wajib 
bergabung dengannya di dalam amal jihad ini. Jika 
kita tidak mampu ikut serta 100 % dalam berjihad, 
maka kewajiban kita adalah turut serta membantu 
dari yang kita mampu, dan kita masuk di dalam mata 
rantai jihad ini. Diamnya kita dari urusan ini 
menjadikan kita terkena CAP dari Allah sebagai 
QOTDUN (Orang-orang yang duduk-duduk dari 
Jihad), sementara QOTDUN itu disiiati oleh Allah 
dengan sebutan FASIQUN. Secara khusus kajian ini 
dibahas di dalam Risalah dan Nida'at Ke-1. 



2. Bergabung dalam kelompok AL HAQ : 

Yang dimaksud bergabung di dalam kelompok AL 
HAQ adalah masuk dan atau bergabung ke dalam 
sebuah TANDZIM (jama'ah) tertentu yang manhaj 
dan ajarannya sesuai dengan AL HAQ. Karena 



12 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



berjama'ah merupakan perintah Allah dan termasuk 
sunnah para rosul dan salaf ash sholih. 

Diantara nash-nash yang menerangkan wajibnya 
berjama'ah adalah: 

Firman Allah Ta'ala: 

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) 
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" . (QS. Ali 
Imron: 103). 

Syekh Ibnu Katsir rohimhahullah dalam tatsir Al 
Quran Al 'Adhim-nya menyebutkan tentang maksud 
ayat di atas yaitu perintoh untuk berpegang teguh 
dengan Al Quran, berjamaah serta menggalang persatuan 
dan bersatu, serta larangan untuk bercerai berai, Beliau 
menambahkan lagi dengan menyitir hadits dari Abi 
Huroiroh, bahwasanya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa 
salam bersabda : 

jl l_xJ ^>°j. : Ij"^Aj L^o JaiJLj j Ij">C lisJ jJj^j &\ o\ 

\t ' t^° ' ^ t I ' t° * '° C • f ' t ^. l° c^ "• - M ' *° * *> z 

2 » utj-^jsr jJM L rr >u . J" ■/'"*' 0< J '-V-*' ^j lu r^J j J «j»Lj«j 



13 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



t u^j «_SJ Ja^wj j c «3 j-«l aMI a ^j •»« ij^w=>l iJ 01 j <j£yv 

Jl Ul 4pU^J j Jlj^Jl «^"j ' J^*J J^ 

" Sesungguhnya Allah ridho kepada kalian akan 3 hal dan 
marah akan 3 hal juga. Ia ridho kepada kalian akan hal; 
bahwa kalian beribadah kepada-Nya saja dan jangan 
menyekutukan-Nya dengan sesuatu, agar kalian 
berpegang teguh dengan tali Allah dan jangan bercerai 
berai, dan agar kalian saling menasehati orang yang oleh 
Allah ditaqdirkan memegang urusanmu. Dan Ia marah 
kepada kalian akan hal; Banyak bicara tanpa tahu sumber 
dari yang dibicarakan, banyak bertanya dan menyia- 

nyiakan harta" . (HR Muslim) 1 
Firman Allah Ta'ala: 

0J4JI js**l*?- Ls JL«J ^ye Ijjiui-lj IjSj-2J Oi^" IjJjSnj ^j 

^j^^iip^^ij 

"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang 
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan 
yangjelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang 
mendapat siksa yang berat" . (QS. Ali Imron: 105). 



. Tafsir Ibnu Katsir 1/516-517 

14 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Syekh Ibnu Katsir rohimahullah berkata, "Allah 
Ta [ ala melarang ummat ini seperti umat yang terdahulu 
yang berpecah belah, berselisih, meninggalkan amar 
ma'ruf nahi mungkar, serta tidak berani berhujjah 
terhadap kaum mereka." Lalu beliau menyitir hadits 
iftiroq yang di dalamnya hanya ada satu golongan 

yang masuk jannah, yaitu Al-jamaah 2 
Sabda Rasulullah shalallaahu 'alayhi wa sallam. 

4PllirJl ^A j «lb-!j V!, jS! 

" Sesungguhnya dua Ahlul Kitab berpecah belah dalam 
dien mereka menjadi 72 golongan, dan sungguh ummat 
ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan -yaitu ahlul 
ahwa'- kesemuanya akan masuk neraka kecuali satu 
golongan, yaitu Al ]ama [ ah." (Abu Dawud, Ahmad, 
Hakim dll hadits dari Mu [ awiyah dan Anas radliyallaahu 
[ anhu)3 

Sabda Rasululloh shallallaahu 'alayhi wa sallam: 



2 . Ibidl : 518 

3 . di-shohih-kan Al-Baniy dalam ta'liq Syarh 'Aqidah Thohawiyah 578 
15 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 

Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



•jA j : IjJlS . «Jb-lj VI, J^JI (c? rt-^" ^? (js?T^ J ^*^ (J^ 

^J(>Lp\ j aILp Dl L* : JtS ? «3)1 Jj— j Ij ^* 

"Dan sesungguhnya Bani Isroil terpecah menjadi 72 
golongan, dan ummat-ku akan terpecah menjadi 73 
golongan yang seluruhnya akan masuk neraka kecuali 
satu golongan saja". Para shahabat bertanya, "Siapakah 
mereka itu ya Rosulullah?" Rasulullah bersabda, "Yaitu 
yang aku dan para shahabatku ada pada mereka". (HR 
Tirmidziy, Hakim dari Abdullah bin Amru bin Al [ Ash) 

Apakah yang dimaksud dengan JAMA'AH itu? 

Para ahli ilmu menerangkan: 

Ibnu Mas'ud rodhiyallahu 'anhu berkata: 

: y>-\ JJJ r* 5 c3 J ^J-b-j C^iS jj j Jj^tjl (ji\ J b 4S-L»JkJ\ 
Jap J JP Ai)l 4plis ^ja^ j \a 4PLi»J) 

"]ama [ ah adalah yang sesuai dengan Al Haq walaupun 
keadaan kamu sendirian" . Dalam riwayat lain, 



16 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



" Sesungguhnya Jama [ ah itu apa saja yang sesuai dengan 
ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla". * 

Berkata Abu Syamah: 

J (, 4pUj1_ J (J^Jt fJjJ 4j ^l^li C SpLj-JI (*JJ^J ^Ul ^Ur Ct--j>- 

l$S}\ j>Jl OU l^liS" 4J (jJLiuJlj t ">QS jsJb dJ-~»iiJl 015' 01. 

j lil» j A_ip <UJ| 1^9 ^jjl ^ (JjVl 2iLl^Jl 4_ip C-ilS' 
i ,°" " t* s " s " 

Ij^jJJ (JJ^LJ! J-» ! S^iST' (Ji, Jij V j ajU>J^! 

"Ketika datang perintah untuk iltizam kepada ]ama'ah, 
maka yang dimaksud dengannya adalah meng-iltizami 
Al-Haq dan mengikutinya, walaupun orang yang 
berpegang teguh padanya sedikit dan yang menyelisihi 
banyak jumlahnya. Karena Al-Haq adalah yang ada pada 
jama [ ah yang pertama yaitu Nabi shallallaahu [ alayhi wa 
sallam dan para shahabatnya, dan tidak diukur dari 

banyaknya ahlul bathil setelah mereka. " 5 

Dan hal ini yang dikatakan pula oleh Abdullah bin 
Mubarok rohimahullah, ketika ditanya tentang siapa 
jama'ah yang pantas dijadikan panutan, beliau 
menjawab, [[ Abu Bakar dan Umar [[ dan ketika 
dikatakan mereka telah watat, "Lalu siapakah yang 
masih hidup?" Beliau menjawab, " Abu Hamzah As- 
Sakriy" . Beliau menunjuk Abu Hamzah As Sakry di 



4 . Syarh l'tiqod Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Al Alkay, 1 : 69-70 

5 . Ibid. No 3 dan Ats Tsawabit Dr. Sholah Showy, 225 

17 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



zamannya karena beliau seorang Ahli Iltnu, zuhud dan 
waro [ . 

Berkata Ishaq bin Rohuyyah: 

4PUkJsJt jg» 4*-J j 4jt* jb L V > " 9 

"Jama [ ah adalah orang yang mengetahui dan berpegang 
teguh pada sunnah Nabi dan manhaj-manhajnya, maka 
barang siapa yang bersama Rasulullah shallallaahu 
[ alayhi wa sallam dan mengikutinya maka ia adalah 

Jama [ ah". 6 



Maka jelaslah bahwa luzumul-Jama [ ah (Komitmen 
terhadap jama'ah) dalam makna ini adalah masuk 
segi 'ilmiy-nya, yaitu meng-iltizami Al-Haq, mengikuti 
sunnah, mengikuti apa saja yang ada pada Salajush 
Sholih, dari hal-hal yang dasar dan prinsip seperti 
masalah aqidah (i [ tiqod), syariah, halal, haram, wala [ , dan 
juga keharusan menjauhi ahlul ahwa [ dan ahlul bid [ ah 
yang termasuk didalamnya firqoh sesat. Lawan dari 
jama'ah dalam pengertian ini adalah berpecah belah 
dalam dien. Dan orang yang menyelisihinya adalah 
bid [ ah dan sesat walaupun ia beriltizam pada Imam dan 

membaiatnya. ' 



6 . Al 1'tishom As Satiby, 2/267 
7 



Ats Tsawabit Wal Mutaghoyirot, Dr Sholah Showi, 225 
18 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Ikhwah f illah 



Kadang pengertian JAMA'AH difahami dan dan 
selewengkan maknanya sesuai kepentingan si 
pembawa materi JAMA'AH ini. Yaitu ia 
menerangkan kepada mad'u (orang yang di 
dakwahinya) secara dalil sar'ie yang benar, akan 
tetapi dibawa kepada kepentingan kelompoknya, 
sehingga si mad'u mamahami bahwa JAMA'AH 
yang paling benar adalah JAMA'AH ini, selainnya 
dipandang kurang benar, dan atau tidak lebih benar 
dari jama'ahnya. Padahal jama'ah-jama'ah yang lain 
juga materinya sama seperti yang didapati oleh si 
mad'u tersebut. 

Dari kasus ini maka terjadilah tanatisme kelompok, 
sampai-sampai seorang mad'u ketika sudah masuk 
ke dalam jama'ah tersebut ia merasa takut untuk 
keluar dari jama'ah tersebut karena ia ditakut-takuti 
oleh pemimpinnya bahwa ia telah keluar dari 
jama'ah dan telah membuat perpecahan. Padahal 
mad'u ini mau berpindah kepada jama'ah yang lebih 
benar dari jama'ah ini. 

Ikhwahfillah 



Ini tenomena umum yang terjadi sekarang ini. 
Sehingga banyak leher-leher para pemuda terjerat 
lehernya di dalam suatu jama'ah dengan jeratan 
BAI'AH dan SAM'U wa THO'AH. Sampai-sampai 

19 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



ketika ia hendak ikut serta menunaikan satu ibadah 
yang hukumnya tardhu 'ain hari ini, yaitu jihad fie 
sabilillah, ia harus izin dulu kepada pemimpinnya. 
Jika pemimpinnya mengizinkan maka ia berjihad, 
dan jika tidak diizinkan maka ia pun tidak berjihad. 
Padahal dalam kondisi jihad tardhu 'ain para ulama 
sepakat bahwa seorang anak tidak wajib izin kepada 
orang tuanya, seorang yang hutang tidak wajib izin 
kepada yang dihutangi, seorang budak tidak wajib 
izin kepada tuannya, dan seorang istri tidak wajib 
izin kepada suaminya. 

Maka berapa banyak para pemuda yang leher dan 
kakinya terjerat oleh embel-embel SAM'U wa 
THO'AH kepada jama'ah sehingga dia tidak ikut 
serta dalam amal jihad fie sabilillah ini? Sementara 
jama'ahnya tidak mengajaknya untuk berjihad fie 
sabilillah. 

Ikhwahfillah 



Jama'ah-jama'ah yang ada hari ini adalah 
merupakan JAMA'ATUN MINAL MUSLIMIN 
(jama'ah dari kalangan kaum muslimin) bukan 
JAMA'ATUL MUSLIMIN (KHILAFAH). Sehingga 
ketika seseorang keluar dari satu jama'ah berpindah 
kepada jama'ah lain yang lebih HAQ, maka itu tidak 
salah dan bahkan dibenarkan oleh syari'at. Namun 
jika seseorang itu keluar dari JAMA'ATUL 



20 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



MUSLIMIN maka ia bisa murtad dan keluar dari 
Islam. 

Jama'ah yang ada hari ini hanyalah menjadi sarana 
untuk melakukan amal ibadah yang tidak bisa kita 
tunaikan secara individu, dan melaui berjama'ah 
akan meringankan beban tugas kita. Seperti tugas 
jihad fie sabilillah, jika kita mampu berjihad 
sendirian maka kita boleh berjihad dengan 
sendirian, namun jika kita tidak mampu maka kita 
berjihad secara berjama'ah. Oleh karena itu 
berjama'ah dapat meringankan beban jihad kita. 
Namun jika ternyata jama'ah tersebut justru tidak 
menjadikan ringan beban jihad, justru malah 
memberatkan dan menghalang-halangi dari 
berjihad, maka keluar dari jama'ah tersebut menjadi 
sebuah keharusan, lalu kita berpindah kepada 
jama'ah lain yang lebih mendekatkan kita kepada 
kebenaran. Kalau bisa malah bergabung dengan 
TANDZIM JIHAD. Yang tandzim itu benar-benar 
100 % programnya untuk berjihad fie sabilillah. 

Ikhwahfillah 



Marilah kita bersatu di dalam amal sholih, bukan 
bersatu di dalam Tandzim. Tandzim kita boleh 
berbeda, tapi di dalam menunaikan amal ibadah 
yang sitatnya bersama maka kita boleh bersatu di 
dalamnya. Seperti amal jihad fie sabilillah. Kita 
boleh beda tandzim, namun kita bisa bersama-sama 

21 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



menunaikan faridhoh jihad ini di dalam satu amal. 
Tandzim boleh beda, tapi amal jihad bisa bersama. 
Kita saling tolong menolong di dalam amal jihad ini, 
tanpa ada batasan kelompok dan benteng tandzim. 

Ikhwah fillah 



Ada satu jargon bagus yang diserukan oleh suatu 
tandzim "BERJIHAD MELALUI TANDZIM YANG 
TERTATA RAPI/TERPIMPIN". 

Ini adalah sebuah ungkapan yang bagus, namun 
tidak bagusnya adalah jika ungkapan ini 
dimaksudkan dengan "JIKA BERJIHAD TIDAK DI 
DALAM TANDZIM KAMI MAKA JIHADNYA 
TIDAK TERTATA RAPI", atau menyiratkan arti 
"BAHWA JIHAD-JIHAD YANG DILAKUKAN 
MUJAHIDIN (DI NEGERI INI) SEKARANG 
MERUPAKAN JIHAD SPORADIS YANG TIDAK 
TERTATA RAPI DAN TERPROGRAM DENGAN 
BAIK". 

Jika kenyataannya jargon ini dibawa kepada makna 
yang tersirat seperti ini, maka sesungguhnya ini 
adalah "KALIMAH YANG HAQ YANG DIBAWA 
KEPADA KEBATILAN". Sebagaimana perkataan 
orang-orang khowarij kepada Ali bin Abi Tholib 
rhodhiyallahu 'anhu: 



22 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



"Tidak ada hukum kecuali (hokum) Allah". 

Lalu Ali bin Abi Tholib rhodhiyallahu 'anhu 
menjawab: 

> e s , s # , * , ' 

"(Ini adalah) kalimah yang HAQ yang diarahkan kepada 
ke-BATILAN". 



3. Tolong menolong di atas al haq : 

Kisah-kisah diatas menggambarkan satu tenomena 
yang terjadi di kalangan para aktitis harokah bahwa 
sebagian meraka ada yang beramal dan tolong 
menolong terbatas hanya pada kelompoknya saja, 
atau atas dasar pemimpinnya. Jika bukan dari 
kelompoknya maka ia tidak mau membantu, apalagi 
dalam urusan jihad dan mujahidin hari ini, yang 
penuh dengan resiko dan tantangan. 

Sebagai contoh: Jika ada ikhwah mujahid yang 
menjadi MATHLUB (DPO/DAFTAR PENCARIAN 
ORANG), ia datang ke seorang ikhwah aktitis untuk 
minta tolong bisa disinggahi dan berteduh serta 

23 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



minta perlindungan dari kejaran musuh. Lalu ikhwah 
aktiris ini menolaknya dengan alasan: pertama: 
Ikhwah mujahid ini bukan dari kelompoknya. Kedua: 
Ikhwah mujahid ini berjihad tidak dibawah 
koordinasi amirnya. Ketiga: Jika menolong ikhwah 
mujahid ini maka resikonya adalah dipenjara oleh 
Thoghut, karena dikenai pasal 13 anti terorisme, 
dengan dakwaan "Menyembunyikan informasi dan 
pelaku tindak terror". Wal 'iyadzu billah. 

Oleh karena itu hendaknya kita mengingat tirman 
AllahTaala: 

0'jljf\j ^>y\ Js> °\yj\Ju Sij tej&S\jjS\ Js> \Jij\Juj 

f^% c_jUjJI JU JLi, 4JJ! Oj jlll \jZj\j 

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) 
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam 
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu 
kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa- 
Nya". (QS. Al Maidah: 2). 

Allah Ta'ala bertirman: 



3a_>-j ^JaJola^J' Lftj I 



24 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" '. 
(Al Hujurat: 10) 

Dan rirmanNya dalam ayat yang lain: 

"Orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan 
sebahagiannya adalah penolong bagi sebahagian yang 
lain" (AtTaubah: 71) 

Mizan (Timbangan) kita di dalam menolong dan 
mencintai adalah IMAN, bukan timbangan 
Kelompok, Pemimpin dan atau timbangan suatu 
Kepentingan. 

Memang kebanyakan kita memahami bahwa tolong 
menolong itu selalu beretek baik secara ukuran 
duniawi, seperti ketika seseorang memberi bantuan 
maka ia akan dianggap pahlawan, dermawan, 
dihormati orang, dls. Namun tidak pernah 
terbayang dalam benak tikiran bahwa ternyata ada 
efek dari menolong itu akan berakibat kepada 
ditangkap thoghut dan dipenjara. Yaitu ketika 
seseorang menolong para mujahidin yang hari ini 



25 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



dianggap oleh para thoghut itu sebagai "TERORIS" 
dan "PENGACAU KEMANAN". 



Ikhwah f illah 



Ini adalah urusan amal sholih. Ini adalah urusan 
ibadah. Bahwa yang paling berhak memerintah dan 
melarang adalah Allah Ta'ala, bukan pemimpin dan 
tandzim. Jika perintah dan larangan pemimpin itu 
benar maka harus diikuti. Namun jika perintah dan 
larangan pemimpin itu maksiat kepada Allah maka 
haram mengikutinya, bahkan tanpa disadari jika kita 
taat kepada pemimpin tersebut maka kita telah 
menjadikannya sebagai Thoghut yang diibadahi 
(ditaati) selain Allah. Oleh karena itu Allah 
bertirman: 

7x-y^.tt J I j <Ull ^ • j gj -_a HHj' (< & " ' : * J j ^-*JH-*"' lj^-^-1 

> $\ ^Ji H lo^ lJJi ijjl^j "jj ij^i "Uj ^ ^r/ 

"Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para 
Ahbar (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) 



26 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. Juga Al Masih 
putera Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan 
kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. Maha Suci Allah 
dari apa yang mereka persekutukan" (At Taubah: 31) 

Ikhwahfillah 



Amal jihad ini membutuhkan bantuan dan 
pertolongan dari segenap kaum muslimin. 
Membutuhkan andil oleh setiap muslim, terutama 
para aktivis yang hidup di dalam pergerakan Islam 
yang bercita-cita menegakkan Dien Allah di muka 
bumi ini. 

Memang jihad ini berat, karena begitulah 
sunnatullah dalam ibadah ini. Dan memang jihad ini 
sulit, memang itulah karakter amal ibadah ini. 
Namun jika bersama-sama kita saling tolong 
menolong dan saling membantu, maka beban yang 
berat akan menjadi ringan, sesuatu yang sulit ini 
akan menjadi mudah bi idznillah tentunya. 

Peran serta kita dalam amal jihad ini sangat berarti 
sekali dalam perjalanan jihad hari ini. Walau pun 
hanya sekedar do'a yang kita panjatkan buat para 
mujahidin. 

27 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



Jika kita mampu ikut serta dengan jiwa kita maka 
hendaknya kita berangkat dan bergabung dengan 
para mujahidin yang hari ini berjalan di atas jalan 
jihad ini. Jika kita belum mampu maka kita harus 
ikut serta di dalam jihad ini sesuai kemampuan kita. 

Apa yang kita mampu? Bukankah kita bisa berjihad 
dengan harta dan lisan kita? Bukankah kita 
mempunyai sedikit harta yang bisa kita infaq-kan 
kepada jihad dan mujahidin? Bukankah kita 
mempunyai tempat tinggal yang bisa digunakan 
berteduh mujahidin? Bukankah kita mempunyai 
ilmu yang kita gunakan membela mujahidin secara 
hujjah syar'iyyah? Dan masih banyak lagi yang kita 
punya dan itu berguna buat jihad dan mujahidin. 

Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

, -»Ur,.,l ' » ait 1 Jjjli 

"Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian". 
Dan Allah bertirman : 



28 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



"Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai 
kemampuannya" . 

Oleh karena itu wahai para ikhwah fillah, tidak ada 
alasan lagi kita berpangku tangan dari membantu 
mujahidin di dalam jihad ini. Tidak ada udzur 
sedikit pun dari kita untuk tidak menolong 
mujahidin. Namun jika antum semua masih merasa 
berat membantu mujahidin dan antum berlepas 
tangan dari menolong mereka, maka Allah lah yang 
akan menjadi penolong mereka. Bukankah Allah 
Ta'ala bertirman: 

% . *" { o ',"■ > * » °c f i, 

"Jika kalian tidak menolongnya (Muhammad), pasti Allah 
menolongnya" '. 

Jika antum tidak mau menolong mujaidin, maka 
Allah lah yang akan menjadi penolongnya. Jika 
antum menutup tangan dari mengeluarkan infak 
kepada mujahidin, maka Allah lah yang akan 
memberikannya rizki. Karena para mujahidin hanya 
berharap kepada Allah. karena mujahidin yakin 
dengan sabda rosulullah shollallahu 'alaihi 
wasallam: 



29 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



ajjI Jtloli cJtl. (Slj 

"Jika kamu meminta maka mintalah kepada Allah". (HR. 
At-Tirmidzi dan Ahmad) 

Dan dalam hadits yang lain rosulullah bersabda : 

"Wahai hambaku.... Sesungguhnya kalian semua 
kelaparan kecuali yang Aku beri makan, maka mintalah 
makan kepada-Ku, niscaya Aku beri makan kalian" . (HR. 
Muslim) 

Ikhwah f illah 



Kerinduanku untuk bisa berjihad bersama-sama 
dengan antum mengalahkan kerinduanku kepada 
keluarga dan handai tolanku. Besar harapanku untuk 
kita bersama-sama dalam memikul beban jihad yang 
mulia ini. Kita akan menjadi satu tubuh yang satu 
organ dengan oragan yang lainnya saling 
membutuhkan dan saling berperan. Bukankah orang 
mukmin dengan mukmin yang lainnya ibarat satu 
tubuh? 

Hanya kepada Allah aku mengharap, dan semoga 
Allah mengabulkan harapanku. 



30 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim 



Risalah Dan Nida'at Ke-4 



. A 



■ y2l}\ ~JU « J y*}\ a-XJ L5 Jl *_xj « Jjjl u~^*j>- 

l^jJl ^J! ijJl b V} SjS Vj J>- V 

j£s.li j^i cJJj' Ji VI J4i3( 
l^Iili j^JJl cJJj' Ji VI (4iit 

i^ii ^i ija; ji vi J4jji 

' N * -* - .- - 

4j\5 ^jj aU) <u>j>-jj (*-N^ /"jLJlj 

Bumi Allah, 1 April 2009 



31 | Bersatu Di Dalam Amal, Tidak Harus 
Bersatu Di Dalam Tandzim